Fadhil Arief Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

oleh -72 Dilihat

Jambioke.com- Sektor kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi daerah Kabupaten Batang Hari melangkah ke babak baru.

Pada Senin (29/6/2026) Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief secara resmi dibuka Koperasi Sawit Danau Bangko di wilayah Kelurahan Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh semangat. Turut hadir mendampingi Bupati antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari, H. Rambe, S.Sos., M.H  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, H. Isah, S.Sos., M.Ag.; serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemkab Batang Hari .

Selain itu   juga hadir meliputi Camat Kecamatan Pemayung, Piter Zein, SH; Kapolsek Pemayung, AKP L. Nauli Harahap, SH; dan Lurah Jembatan Mas, Irwan, SE. Dari sisi lembaga keuangan dan mitra usaha, hadir Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Muara Bulian, PT Brahma Binta Bakti selaku mitra utama koperasi yang diwakili oleh Ananda Apriansyah.

Juga hadir  Direktur perusahaan mitra koperasi sawit se-Kabupaten Batang Hari, Ketua Badan Pengawas Koperasi Drs. Djuna’in, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Pemayung Jamik, Ketua Koperasi Plasma se-Batanghari, seluruh anggota Koperasi Sawit Danau Bangko, serta tamu undangan lainnya. Pada kesempatan  Fadhil Arief menegaskan bahwa kelapa sawit adalah sektor andalan yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Berdasarkan data statistik menunjukkan luas lahan sawit di daerah ini terus bertambah secara signifikan, dari 178.483,61 hektare pada tahun 2023, meluas menjadi 182.702,61 hektare pada akhir tahun 2025. Artinya, dalam rentang dua tahun terjadi penambahan lahan seluas 4.219 hektare.

“Perkebunan sawit di Batang Hari dikelola baik oleh masyarakat secara perorangan maupun oleh badan usaha. Potensinya sangat besar, namun kita perlu mengubah cara pandang dan cara mengelolanya agar hasilnya benar-benar terasa manfaatnya sampai ke tingkat petani,” ujar Fadhil Arief

Ia menambahkan bahwa tanah Batanghari telah dikaruniai kesuburan yang luar biasa. “Tanah ini sudah bagus diciptakan Tuhan, tapi jika tidak dirawat dengan ilmu dan cara yang tepat, potensinya tidak akan keluar maksimal. Inilah peran koperasi yang kita harapkan,” sebutnya.

Koperasi Sawit Danau Bangko hadir bukan hanya sebagai wadah menghimpun hasil panen, melainkan menjadi pusat pembinaan, pembelajaran, dan penguatan ekonomi. Melalui kerja sama dengan mitra usaha seperti PT Brahma Binta Bakti dan perusahaan pendamping lainnya, petani akan dibekali teknik budidaya yang sesuai standar.

Targetnya yakni, mendorong produktivitas mencapai angka ideal di atas 30 ton tandan buah segar per hektare setiap tahun. Bahkan, sejumlah kebun yang sudah menerapkan sistem pengelolaan benar saat ini mampu mencetak hasil hingga 40 ton per hektare.

Secara ekonomi, perhitungannya sangat menjanjikan. Dengan biaya produksi berkisar Rp1.200 hingga Rp1.300 per kilogram, sedangkan harga jual saat ini berada di angka Rp3.600 per kilogram, maka keuntungan yang didapat sangat layak.

“Jika pengelolaan rapi dan teratur, pendapatan bersih petani bisa mencapai Rp4 juta sampai Rp4,5 juta per bulan. Ini angka yang bisa mengangkat taraf hidup keluarga,” jelas narasumber dalam kesempatan tersebut. Pada kesempatan tersebut, suami Zulva itu menyampaikan pesan mendalam, bahwa usaha mencari rezeki harus diiringi dengan ilmu pengetahuan.

No More Posts Available.

No more pages to load.