Jambioke.com- Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan peringatan tegas terkait kondisi pertanian di daerahnya.
Di hadapan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono dan Gubernur Jambi, Ia menekankan bahwa Batanghari tidak punya banyak waktu untuk mengejar target swasembada beras sebelum musim kemarau tiba.
“Kita tidak bisa santai. Luas baku sawah kita 12.252 hektare, tapi yang tertanam baru sekitar 3.000 hektare. Ini harus dikejar sekarang, bukan nanti,” tegas Fadhil.
Ia mengingatkan, berdasarkan prediksi BMKG, bulan Juni Batanghari mulai memasuki musim panas. Jika percepatan tanam tidak dilakukan dalam waktu dekat, maka potensi gagal panen akan semakin besar.
“Kalau kita tidak kejar tanam di awal Mei, kita akan berhadapan langsung dengan kekeringan. Ini bukan ancaman biasa, ini soal ketahanan pangan kita,” ujarnya.
Fadhil juga secara terbuka mengungkapkan bahwa Batanghari masih mengalami defisit beras sekitar 11 ribu ton. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Kita masih minus 11 ribu ton. Ini angka yang besar. Tidak bisa ditutup dengan kerja biasa-biasa saja,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui adanya peningkatan produksi sejak kunjungan Wakil Menteri Pertanian pada 2024 lalu, yang berhasil menambah sekitar 6.500 ton beras. Namun, ia menegaskan capaian itu belum cukup.
“Produksi memang naik, tapi belum menyelesaikan masalah. Kita butuh lompatan, bukan sekadar peningkatan kecil,” tegasnya.
Terkait program cetak sawah rakyat seluas 593,5 hektare, Fadhil juga menyoroti lambatnya realisasi tanam yang baru mencapai 387 hektare.
“Ini harus dipercepat. Lahan sudah ada, jangan sampai tidak dimanfaatkan maksimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Fadhil secara gamblang mengkritisi kondisi infrastruktur pertanian, terutama sistem irigasi yang dinilai belum memadai. Ia menyebut genangan air akibat hujan justru menjadi penghambat serius.
“Setiap hujan tiga hari berturut-turut, sawah kita tergenang. Ini tidak bisa dibiarkan. Air tidak mengalir dengan cepat ke anak sungai, akhirnya lahan tidak bisa ditanami,” ungkapnya.








