Antusias Warga Memuncak Pada Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026

oleh -18 Dilihat

JAMBIOKE.COM, KERINCI – Ribuan masyarakat memadati kawasan Dermaga Danau Kerinci dalam suasana penuh kemeriahan saat penutupan Festival Budaya Kerinci Tahun 2026, Minggu (25/10/2026). Perhelatan yang menyuguhkan beragam kekayaan seni dan tradisi lokal ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup rangkaian festival yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menambah semarak kegiatan yang menjadikan budaya sebagai ruang pertemuan, hiburan, sekaligus sarana memperkenalkan identitas Kerinci kepada generasi penerus.

Sepanjang pelaksanaan festival, pengunjung disuguhkan beragam atraksi seni dan budaya, pameran benda-benda budaya, kuliner khas daerah, hingga berbagai perlombaan tradisional. Berbagai kegiatan tersebut menjadi gambaran kekayaan warisan leluhur yang masih hidup dan terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan tari khas Kerinci yang memikat perhatian pengunjung. Kemeriahan juga terasa melalui hiburan Rentak Busamo yang melibatkan masyarakat, dengan penampilan Tim Rentak Busamo Kudo Kelabu dan Desa Sungai Renah, Kecamatan Kayu Aro Barat.

Kebersamaan yang tercipta dalam rangkaian acara tersebut memperlihatkan bahwa budaya bukan hanya milik pelaku seni atau kelompok tertentu, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dirawat dan diwariskan secara bersama-sama.

Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Dermaga Danau Kerinci juga menjadi gambaran besarnya perhatian terhadap pelestarian adat dan tradisi lokal. Festival ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas Bumi Sakti Alam Kerinci.

Dalam momentum penutupan tersebut, Bupati Kerinci, Monadi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mewariskan budaya Kerinci kepada generasi muda.

Menurutnya, budaya tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga merupakan identitas dan kebanggaan daerah yang harus terus hidup di tengah perubahan zaman. Karena itu, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting dalam memastikan adat, kesenian, dan tradisi Kerinci tetap dikenal serta dilestarikan.

Pelestarian budaya juga membutuhkan dukungan bersama, baik dari pemerintah, pelaku seni, tokoh adat, komunitas budaya, maupun masyarakat luas. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dapat terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dikenal oleh generasi mendatang.

Festival Budaya Kerinci 2026 pun menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya daerah merupakan aset berharga yang tidak hanya perlu ditampilkan dalam sebuah perayaan, tetapi juga dijaga keberlangsungannya melalui tindakan nyata.

Dengan berakhirnya Festival Budaya Kerinci 2026, kemeriahan di Dermaga Danau Kerinci mungkin telah usai. Namun, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui pelestarian adat, pengembangan seni tradisional, serta keterlibatan generasi muda, budaya Kerinci diharapkan tetap lestari dan mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus daya tarik bagi masyarakat luas.

Festival ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat bahwa budaya adalah jati diri yang harus dijaga bersama. Ketika tradisi tetap hidup, identitas daerah akan terus terpelihara dan warisan leluhur akan tetap bermakna bagi generasi mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.