Dari Derita di Malaysia, Dahlia Pulang Disambut Haru Bupati Kerinci

oleh -75 Dilihat

Jambioke.com, Kerinci – Di balik dinding rumah sederhana di Desa Koto Lebuh Tinggi, Kecamatan Siulak, Selasa (12/8/2025), air mata bercampur tawa mewarnai kepulangan Dahlia Purnama Sari.

Setelah bertahun-tahun merantau di Malaysia dan melewati hari-hari penuh tekanan serta dugaan kekerasan, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kerinci itu akhirnya kembali menapakkan kaki di tanah kelahiran.

Kehadirannya disambut hangat oleh keluarga, sekaligus menjadi momen haru ketika Bupati Kerinci, Monadi, datang langsung membawa bantuan dan dukungan moril.

Bupati Monadi hadir bersama Kepala Dinas Sosial Juanda Sasmita, Kabid Depnaker Suhaidir, dan Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka. Dalam suasana penuh kehangatan, Dahlia bercerita dengan suara lirih dan terbata-bata tentang pengalaman pahitnya di negeri jiran.

Selama bekerja di Malaysia, ia hanya diizinkan beristirahat dua jam sehari. Tekanan berat, ancaman, dan dugaan pemukulan menjadi bagian dari hari-harinya. Trauma itu masih terlihat jelas di matanya—mata yang pernah belajar menahan tangis di tanah rantau.

Monadi mendengarkan tanpa memotong, matanya ikut berkaca-kaca. Namun, ia tahu bahwa luka batin tidak bisa disembuhkan dengan air mata semata. Sesekali ia melontarkan candaan ringan.

Satu momen yang membuat keluarga tersenyum adalah ketika ia menawarkan pisang kepada Dahlia. Pisang pertama habis, pisang kedua ia patahkan dua—setengah untuk Dahlia, setengah lagi untuk dirinya. Tawa pun pecah, menembus lapisan duka yang menahan suasana.

“Meski Dahlia berangkat secara ilegal, saya sebagai pemimpin tetap bertanggung jawab dan peduli. Saya berharap warga Kerinci yang ingin bekerja di luar negeri lebih berhati-hati, pilih jalur resmi dan pastikan semua prosesnya legal,” pesan Monadi, tegas namun lembut.

Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka Saputra, SH, menambahkan, pihaknya bersama Kementerian Pekerja Migran Indonesia telah meminta KBRI di Malaysia memanggil agen yang memberangkatkan Dahlia untuk mempertanggungjawabkan dugaan penyiksaan tersebut.

Bagi Dahlia, kunjungan ini bukan sekadar pemberian bantuan. Ini adalah pelukan hangat dari kampung halaman—pelukan yang berkata, “Kamu tidak sendirian, kami ada untukmu.” Di tengah pahitnya pengalaman bekerja di negeri orang, hari itu ia pulang dengan bekal baru: harapan.

No More Posts Available.

No more pages to load.