Walikota Jambi Takziyah ke Rumah Korban Tenggelam di Aliran Sungai Buntung Lebak Bandung

oleh -3 Dilihat

Jambioke.com- Pemerintah Kota Jambi menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat tidak hanya dalam agenda pembangunan, tetapi juga saat warga menghadapi musibah. Hal itu ditunjukkan melalui langkah cepat Maulana, yang melakukan takziah ke rumah duka almarhum Fariz Naufal (11), warga RT 12, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Senin siang (19/1/2026).

Fariz Naufal merupakan anak yatim piatu yang meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Buntung, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, saat berenang pada Sabtu (17/1/2026). Korban ditemukan oleh warga bersama Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada malam hari setelah dilakukan pencarian.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Maulana didampingi Baznas Kota Jambi dan jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi. Selain menyampaikan duka cita, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban yang diterima langsung oleh kakek dan nenek almarhum.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok serta bantuan Program Jambi Kota Peduli bagi korban bencana sebesar Rp2,5 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga di tengah suasana duka.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Maulana.

Lebih dari sekadar takziah, Wali Kota Jambi menekankan pentingnya langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan debit dan arus sungai.

“Anak-anak di bawah umur agar tidak bermain di sungai atau aliran air. Arus bisa meningkat sewaktu-waktu dan sangat berisiko,” tegasnya.

Sebagai langkah sistematis, Pemkot Jambi juga akan mengoptimalkan peran sekolah. Melalui Dinas Pendidikan, guru-guru diminta secara rutin mengingatkan peserta didik tentang bahaya bermain di sungai maupun hujan deras sebelum kegiatan belajar dimulai.

“Peran guru dan orang tua sangat penting. Edukasi keselamatan anak harus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Maulana.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki banyak aliran sungai.

No More Posts Available.

No more pages to load.