JAMBIOKE.COM, KERINCI – Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tahun 2026 wilayah adat Negeri Jujun yang digelar di Desa Koto Baru Jujun, Kecamatan Keliling Danau, Minggu (9/3/2026) malam. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si.
Sejak sore hari, ribuan masyarakat telah memadati lokasi acara untuk menyaksikan pembukaan MTQ yang menjadi agenda keagamaan tahunan sekaligus tradisi penting bagi masyarakat adat Negeri Jujun.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat religius. Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, anggota DPRD Anggra Pradana Putra, Camat Keliling Danau Asari, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah desa dalam wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Negeri Jujun yang telah bekerja keras menyukseskan MTQ ke-46.
Menurutnya, kekompakan masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan menyukseskan penyelenggaraan MTQ ini,” ujar Monadi.
Selain itu, ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan masih hidup dan terus berkembang di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Selanjutnya, Monadi menegaskan bahwa MTQ tidak hanya berfungsi sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana syiar Islam sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa masyarakat perlu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“MTQ bukan hanya mencari siapa yang paling merdu melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Namun yang lebih penting, masyarakat mampu memahami, mencintai, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengajarkan berbagai nilai penting, seperti kejujuran, keadilan, persaudaraan, kerja keras, dan semangat menuntut ilmu.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat penting dalam membangun masyarakat yang maju sekaligus berakhlak mulia.
Selain menekankan pentingnya nilai Al-Qur’an, Monadi juga mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan kitab suci tersebut. Ia berharap MTQ mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak dan remaja terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik semata. Sebaliknya, kualitas sumber daya manusia juga memegang peranan sangat penting.
“Daerah membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan memiliki akhlak yang baik,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Monadi juga mengapresiasi masyarakat Negeri Jujun yang terus menjaga keseimbangan antara adat dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, wilayah adat memiliki peran besar dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Ia menilai keharmonisan antara adat dan agama menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Monadi juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta MTQ agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan niat yang tulus.
Ia mengingatkan para qori, qoriah, hafiz, dan hafizah agar tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga terus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting, para peserta terus belajar, mencintai Al-Qur’an, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Menutup sambutannya, Monadi berharap MTQ ke-46 wilayah adat Negeri Jujun dapat mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ia pun secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan penuh harapan agar MTQ mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan serta memperkokoh persatuan masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-46 wilayah adat Negeri Jujun di Desa Koto Baru Jujun secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Negeri Jujun berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai agama dan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.






