Fadhil Arief Tekankan Peran Anak-anak Wajib Jaga Bahasa Daerah

oleh -39 Dilihat

Jambioke.com- Tujuan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) melestarikan, merevitalisasi, dan mempromosikan penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibu di kalangan generasi muda.

Festival ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi dan bangga menggunakan bahasa ibu mereka

Festival ini menjadi wadah apresiasi bagi siswa jenjang SD dan SMP untuk unjuk kebolehan melestarikan bahasa dan sastra ibu (bahasa daerah) melalui berbagai cabang perlombaan.

Terkait hal tersebut, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menerima Penghargaan Pada Acara Puncak “Festival Tunas Ibu Nasional Tahun 2026″ Sebagai Bentuk Pengakuan atas Dukungan dan Kontribusi Pemerintah dalam pelaksanaan Program Bahasa Daerah.

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian kegiatan Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Senin 25 Mei 2026.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional merupakan agenda Nasional yang bertujuan memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui keterlibatan Pelajar, Guru, pemerintah daerah, serta masyarakat.

” FTBIN ini menciptakan generasi muda yang aktif dan kreatif dalam menggunakan bahasa daerah melalui berbagai lomba seperti mendongeng, berpidato, menulis puisi, hingga komedi tunggal,” jelas Fadhil Arief.

Selain penyerahan penghargaan revitalisasi bahasa daerah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penampilan seni budaya dan pertunjukan bahasa daerah dari seluruh Indonesia.

Pada kegiatan Nasional tersebut, Kabupaten Batang Hari juga dihadiri oleh siswa/i sekolah dasar dari SDN 25/I Muara Tembesi, SDN 20/I Pemayung,SDN 131/I Jangga Baru, SDN 47/I Muara Tembesi, SDN 58/I Rambutan Masam, SMPN 3 Batang Hari, SMPN 31 Batang Hari, siswa/i bersama peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Anak-anak Batang Hari harus bangga dengan bahasa ibu yang dimiliki. Jangan sampai bahasa daerah hanya menjadi cerita masa lalu. Melalui kegiatan seperti FTBIN ini, kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan tetap berakar pada budaya daerahnya,” kata Fadhil Arief memberi motivasi.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.