Ratusan Ribu Undangan Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Sulung Gubernur Jambi

oleh -20 Dilihat

Jambioke.com- Pada pesta pernikahan putri sulung Gubernur Jambi Minggu (21/4/2024), kurang lebih 100.000an undangan menghadiri resepsi pernikahan dr Esy Risdianti dengan pasangan pengantin laki – laki, Muhammad Iqbal, STr, Ak di Ratu Conmvention Center (RCC), Kota Jambi.

Para undangan yang datang dari berbagai kalangan dan daerah di Kota Jambi dan berbagai kabupaten di Provinsi Jambi tersebut sudah memadati tempat resepsi pernikahan tersebut sejak pagi.

Resepsi pernikahan hari kedua pernikahan putri sulung Gubernur Jambi tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, doa dan dilanjutkan dengan ramah tamah, yakni makan dan foto bersama. Banyaknya undangan yang hadir membuat suasana di ruang resepsi, RCC penuh sesak.

Undangan yang menikmati sajian makanan pun berdesak-desakan dan bahkan seling serobot. Upaya pihak panitia mengatur antrean makan pun banyak tidak dihiraukan undangan. Para undangan berupaya saling mendahului untuk mendapatkan makanan.

“Wah, tidak mau antre nih. Saling serobot saja. Kota sudah lama antre, eh malah dipotong (diserobot) orang yang baru datang. Sebagian besar yang nyerobot kaum ibu-ibu pula. Yah, ngalah lah,”kata seorang undangan.

Pantauan dilokasi resepsi pernikahan Muhammad Iqbal, STr, Ak dengan dr Esy Risdianti benar – benar menjadi pesta rakyat. Ratusan ribu undangan yang datang dari berbagai kalangan dan daerah di Jambi menyatu menyampaikan ucapan selamat berbahagia kepada mempelai laki-laki dan wanita beserta keluarga.

Pasangan pengantin Muhammad Iqbal, STr, Ak dengan dr Esy Risdianti beserta orang tua mereka, yakni orang tua mempelai wanita, Gubernur Jambi, H Al Haris dengan isteri Hj Hesnidar dan orang tua mempelai laki-laki, Drs HZA Bakar, MPdI dan Dra Hj Yanawati, MPdI berfoto bersama dengan para keluarga dekat, handai taulan dan para undangan lainnya.

Sedangkan di ruangan resepsi, para undangan makan bersama seperti suasana di kampung halaman dengan duduk di lantai. Para undangan terpaksa makan dengan duduk dilantai karena kursi tamu terbatas dan mereka tidak terbiasa makan dengan berdiri seperti gaya orang kota.

No More Posts Available.

No more pages to load.